www.diansastro.20m.com About Biography Photo Poems Tips
 

 

Kekasih sejati 

adalah ketika kamu menitikkan air mata, maka dengan kebesaran cintanya ia tetap peduli terhadapmu.

Sebuah kekuatan abadi  yang ketika kamu tidak mempedulikannya dan dia masih menunggumu dengan setia.. 

Ketulusan sejati adalah Saat Sang kekasih mulai mencintai orang lain dan dia masih bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu‘…  

Hartono Beny Hidayat

 

 

Cinta di hari ini !

www.diansastro.20m.com

Wahai cinta, engkau laksana cahaya bintang yang melintasi malam sepiku,

Parasmu bagaikan setangkai mawar, yang menyejukkan kesegaran pagi,

Tanpa kehadiranmu mungkin saja kumbang  enggan keluar dari peraduannya, mentari enggan bersinar - begitu juga  bulan enggan tersenyum ; karena engkaulah nafas keharuman ; mata air kehidupan.....

Dikala dirimu tersenyum , berhentilah perang , terhapuslah luka.....karena engkaulah cahaya ghaib , yang diutus kedunia....sihirmu membuat  tatanan dunia menjadi terbalik, aturan menjadi tak berarti, hukum dan hakikat menjadi semu , ....

Cinta itu sesuatu yang ganjil.... datang secara tiba-tiba ; mengisi kesunyian jiwa....membuat hati berbunga ataupun terbakar oleh panas-teriknya....

Saat dirimu hadir dikedalaman sanubari....aku tak tahu , kenapa diriku tak dapat  melepaskan bayangmu dari jiwaku....engkaulah satu-satunya bayangan semu yang bersemayam dijiwaku dengan segala keajaibannya....engkaulah keindahan yang membuatku -tak lagi mampu memejamkan mata....

Bagiku,...  tanpa memilikimu-pun aku sudah merasa bahagia....sudah  bahagia kurasakan , bila  kudapat menikmati keindahan sinar mata hatimu , karena engkaulah sumber inspirasi  yang membuat seonggok patung marmer menjelma menjadi seorang pujangga cinta....

Engkaulah titisan dewa-dewi yang membuat anyaman-anyaman permadani diistana jiwaku, merdu suaramu bagaikan alunan kidung surgawi ; mengalir manja penuh kelembutan dikedalaman jiwaku.....

 Tak kumengerti  diriku yang setegar ini ,  menjadi lemah tak berdaya disudut bibirnya , menjadi mati suri dalam pelukannya ...dirimu laksana gelombang kejut- yang menyadarkan seseorang untuk bangkit dari 'kematian"  panjangnya.....

Aku berucap dalam hati :

 .....( Ah , aku rasa ! - aku telah kehilangan bentuk kewarasanku dan membenarkan semua itu berjalan, tanpa aku menyadari bahwa aku sedang "mabuk" anggur masa muda....kenapa pula , aku mesti percaya yang namanya mimpi ?! ) ... ( apakah aku telah mabuk oleh pesona kecantikannya yang menawan itu?!  ...aku tak mengerti dan  tidak tahu apa yang kini kurasakan , cuma yang pasti...aku telah jatuh cinta padanya....)

" Wahai senandung malam !...salahkah bila jiwaku terbang kedalam jiwanya...lalu membisikkan sajak-sajak termanisku untuknya ?!....."   " Salah kah bila insan yang lemah ini, mencoba mengetuk hatinya lalu menawarkan cinta yang "beda" dari cinta  lainnya?!"...." Salahkah aku wahai kaum pencinta , bila diriku yang papa ini mencintai seorang putri raja ?!"....." Salahkah aku wahai peri , bila diriku masuk kedalam jiwanya , membaca pikirannya ,  lalu bernyanyi serta bernafas dalam tarikan dan hembusan yang sama ?!" .....

Dewi malam berbisik kepadaku........."Hanya keajaiban sajalah,  hal gila itu dapat terwujud !"...." Namun aku merestui kegilaanmu anak muda !....Engkaulah Pejuang Cinta yang paling gila yang pernah kulihat dan kutemui !....dari kekerdilanmu, aku bisa melihat kebesaranmu....dari kemarahanmu, aku bisa melihat kasih sayangmu...."...Dari kegelapanmu , aku bisa melihat cahaya terangmu "....."Engkaulah sumber  penaklukan  beragam jenis cinta yang lahir bersama ketulusan hati...jurus-jurusmu mematikan setiap dara yang melirik...yang membuatnya terbuai dalam alunan syair  merdu serta  menerbangkan jiwanya ,  kesebuah alam perasaan-  yang tak bertepi dan berdasar..."

"Aku tak jemu-jemu....untuk membaca dan memikirkan kisah-kasihmu itu....sesuatu yang  terindah , sebuah wujud  keindahan cinta yang semu namun  agung , senandung catatan hati itu -begitu  lincah; serta mengalir dikedalam hati setiap orang yang membacanya ,walau sekiranya syair-syair itu  harus merangkak dalam selubung kegelapan !...."

Kemudian aku berkata kepada Sang Dewi :

" Cinta dihari ini , adalah cinta khayalku ! ....aku mengharap suatu hari nanti ada suatu wujud cinta yang menyapaku dengan tulus !...dan aku akan menunggu saat-saat yang indah itu... sebuah rasa dimana kutumpahkan segala kerinduanku yang tertahan....kukan gubah untuknya puisi-puisi dasyat yang lebih indah dari yang ada..yang terindah yang pernah kucipta...kan bisikan dengan lembut lewat telinganya dikeheningan malam ...dan ketika ia terjaga dari tidurnya kukan persembahkan disisinya setangkai mawar...kukecup keningnya , kemudian dengan lembut kukatakan padanya : "Terima kasih atas cinta yang kau berikan untukku !...I'll always love you ! "... Engkaulah Mahadewi yang selama ini kunanti !"

Hartono Beny Hidayat

Home